Akhirnya kesampaian juga nonton Percy Jackson dan Mortal Instrument kemarin \(^o^)/
Rencana awalnya cuma mau nonton Percy Jackson 3D. Mortal instrument sebagai alternatif kalau jam si percy jackson yang kita mau penuh. Tapi pas sampai XXI Bale Kota malah dilema mau nonton percy apa mortal (°~° )( °~°)..si yayang akhirnya bilang nonton dua-duanya aja...hahaha..jadilah kita nonton maraton kemarin.
Ini sedikit review singkatku tentang kedua film tersebut. Oke, dimulai dari Percy Jackson Sea a Monster. Aku agak kurang puas dengan film ini baik dari 3Dnya dan eksekusi ceritanya. 3D nya sedikit sekali cuma ada di awal-awal dan menjelang akhir, itu pun cuma satu dua adegan yang 3D nya keren menurutku. Padahal banyak sekali adegan yang bisa dijadiin 3D dan aku nunggu-nunggu itu disepanjang film dengan gregetan >__<
Dari segi eksekusi ceritanya aku lebih suka yang sekuel pertama, pencuri petir. Entah kenapa lebih berkesan daripada yang sea a monster ini. Padahal cerita yang kedua ini menurut aku ga kalah bagus dan seru dengan yang pertama. Sudah mulai bermunculan karakter-karakter baru yang bikin penasaran bakal seseru apa petualangan percy jackson selanjutnya. Dan akhir cerita ini semakin bikin aku pengen baca novelnya >___< Tapi kayaknya harus aku tahan dulu sampai bulan depan karena pengeluaran bulan ini udah membengkak π__π
Kekecewaanku sama Percy Jackson cukup terobati setelah nonton mortal instrument. Untunglah film ini ga kayak seri-seri twilight yang bikin ngantuk. Lebih banyak actionnya dengan efek-efek digital yang keren. Sayangnya musuh utama dicerita ini ga seserem dibandingkan demon-demon yang berkeliaran dikota. Sumpah deh serem abis demon-demonnya, campuran antara resident evil dan film horor.
Tapi ga kayak percy jackson setelah nonton ini aku belum tergerak untuk membaca novelnya ^^
No comments:
Post a Comment